Kegelisahan adalah
perasaan khawatir, cemas, gundah gulana
yang timbul dari dalam hati dan semua orang pasti pernah mengalami hal seperti
itu, begitupu dengan saya. Kegelisahan yang saya alami yaitu pada saat saya
mengalami masa transisi pelulusan sekolah
menengah atas, pada saat itu saya sangat merasa kebingungan untuk melangkah
selanjutnya, saya tidak tahu akan melangkah kemana? Apakah bekerja atau
melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi (perkuliahan). Pada akhirnya atas dukungan dan motivasi
orantua dan orang-orang disekitar saya memutuskan untuk melanjutkan sekolah ke
perguruan tinggi.
Menurut saya keterasingan adalah dimana keadaan
seseorang yang kehidupannya yang
terpencil, atau merasa dirinya dijauhi oleh orang disekitar contohnya seorang
anak koruptor yang dikucilkan oleh teman temannya. Maka dari itu dia merasa kesepian dalam hidupnya, merasa
sendiri dan itu perasaan yang sangat menyedihkan.
Banyak faktor-faktor
yang menyebabkan rasa kesepian itu datang
seperti transisi kehidupan contohnya
seorang anak yang mengalami
diskriminasi dalam keluarga, keterpisahan contohnya seorang anak yang menjadi korban perceraian
orantuanya, direndahkan atau dipermalukan
contohnya kalangan biasa atau buruh banyak yang direndahkan oleh kalangan atas
(orang-orang kaya) dan itu sangat membuat hati tidak nyaman. Jadi menurut saya keterasingan dan kesepian
saling berkaitan dan memberikan evek yang
negative, untuk mengatasi hal seperti
itu kita harus lebih peduli dan perhatian terhadap orang yang ada disekitar dan
buatlah orang-orang percaya pada kita.
Setiap orang
pasti mempunyai cita-cita dan harapan
dalam setiap langkahnya masing masing, dan cara menggapai cita-cita itu berbeda beda. Dan saya mengambil langkah untuk menggapai
cita-cita saya yaitu dengan cara melanjutkan sekolah di perguruan
tinggi(kuliah), harapan saya dalam perkuliahan yaitu agar saya menjadi orang
yang bernilai dan membanggakan orangtua dan orang yang menyayangi saya. Mungkin
cara saya menggapai harapan saya dengan orang lain berbeda, bagi saya
kuliah itu tidak hanya sekedar kuliah, banyak beban yang saya tanggung agar
saya tetap bisa menjalani kuliah ,saya harus memikirkan bagaimana saya bisa
membayar semester, membeli fasilitas untuk perkuliahan dan itu semua tidak mudah. Saya membuat wirausaha sendiri,
hasilnyapun lumayan untuk meringankan beban ibu saya yang menguliahkan saya seorang diri, dan saya lebih memprioritaskan
kebutuhan untuk kuliah saya dan menjalankan usaha saya dibandingkan saya harus
bermain dan membeli barang-barang mewah seperti yang diungkapkan oleh Maslaw
kebutuhan yang rendah harus atau setidaknya terpenuhi terlebih dahulu sebelum
kebutuhan ditingkat yang lebih tinggi.
sumber :
