Sabtu, 15 November 2014

Kegelisahan adalah perasaan  khawatir, cemas, gundah gulana yang timbul dari dalam hati dan semua orang pasti pernah mengalami hal seperti itu, begitupu dengan saya. Kegelisahan yang saya alami yaitu pada saat saya mengalami masa transisi  pelulusan sekolah menengah atas, pada saat itu saya sangat merasa kebingungan untuk melangkah selanjutnya, saya tidak tahu akan melangkah kemana? Apakah bekerja atau melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi (perkuliahan).  Pada akhirnya atas dukungan dan motivasi orantua dan orang-orang disekitar saya memutuskan untuk melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi.
Menurut saya keterasingan adalah dimana keadaan seseorang  yang kehidupannya yang terpencil, atau merasa dirinya dijauhi oleh orang disekitar contohnya seorang anak koruptor yang dikucilkan oleh teman temannya. Maka dari itu dia merasa kesepian dalam hidupnya, merasa sendiri dan itu perasaan yang sangat menyedihkan.
  Banyak faktor-faktor yang menyebabkan rasa kesepian itu datang  seperti  transisi kehidupan contohnya seorang  anak yang mengalami diskriminasi dalam keluarga,  keterpisahan contohnya  seorang anak yang menjadi korban perceraian orantuanya,  direndahkan atau dipermalukan contohnya kalangan biasa atau buruh banyak yang direndahkan oleh kalangan atas (orang-orang kaya) dan itu sangat membuat hati tidak nyaman.  Jadi menurut saya keterasingan dan kesepian saling berkaitan dan memberikan evek yang  negative,  untuk mengatasi hal seperti itu kita harus lebih peduli dan perhatian terhadap orang yang ada disekitar dan buatlah orang-orang percaya pada kita.

Setiap orang pasti mempunyai  cita-cita dan harapan dalam setiap langkahnya masing masing,  dan cara menggapai cita-cita itu berbeda beda.  Dan saya mengambil langkah untuk menggapai cita-cita saya yaitu dengan cara melanjutkan sekolah di perguruan tinggi(kuliah), harapan saya dalam perkuliahan yaitu agar saya menjadi orang yang bernilai dan membanggakan orangtua dan orang yang menyayangi saya. Mungkin cara saya menggapai harapan saya dengan orang lain berbeda, bagi saya kuliah itu tidak hanya sekedar kuliah, banyak beban yang saya tanggung agar saya tetap bisa menjalani kuliah ,saya harus memikirkan bagaimana saya bisa membayar semester, membeli fasilitas untuk perkuliahan dan itu semua  tidak mudah. Saya membuat wirausaha sendiri, hasilnyapun lumayan untuk meringankan beban ibu saya yang menguliahkan saya seorang diri, dan saya lebih memprioritaskan kebutuhan untuk kuliah saya dan menjalankan usaha saya dibandingkan saya harus bermain dan membeli barang-barang mewah seperti yang diungkapkan oleh Maslaw kebutuhan yang rendah harus atau setidaknya terpenuhi terlebih dahulu sebelum kebutuhan ditingkat yang lebih tinggi.

sumber : 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar